Selasa, 02 April 2019

Sama

It's 00.45 and i'm staring at my own past.

Blog punya ruang tersendiri di hati gua. Dimana tangis, rindu, canda, dan sesak pernah gua tumpahin disini. Blog punya ruang, untuk orang-orang yang membutuhkan kasih sayang, dan haus akan kebahagiaan.

Pernah gak sih lo lagi bahagia, lo lagi bersyukur sama hidup lo yang sekarang, dan tiba-tiba lo keinget masa lalu. Hey don't be sad, masa lalu ga semua tentang kesedihan kan. Tapi disaat itu, disaat gua tiba-tiba merasakan masa lalu gua, gaada hal yang bener-bener gua inget, ya karena cuma sekilas. Tapi satu hal yang pasti, saat itu gua tau, bahwa gua bukanlah orang yang sama.

People changes. I think it's amazing. Gua kagum dengan perubahan yang gua alami. Sikap, tutur bahasa, cara berpikir, even cara gua menelpon orang tua gua. "Jemput," kata gua yang langsung nutup telpon waktu SD di telpon umum, karena takut harus nambah uang receh, gamau ngomong panjang-panjang. "Pah jemputttt aku bentar lagi pulang," kata si gua versi SMP yang bingung mau nelpon jemput kapan karena mau main dulu di kelas habis pulang. "Assalamualaikum, pah aku lagi gaenak badan, kalo hari ini dijemput bisa ga kira-kira?" gua versi yang paling gua.

Maksudnya, gua tetep ga sempurna, tapi gua berusaha untuk berbicara sesuai umur gua. Gua berusaha mendengarkan, gua berusaha tidak menyakiti. Tapi gua yang paling gua ini, kadang lupa selain belajar dari kesalahan, gua juga harus tekuni apa yang bikin gua bahagia.

Akhir-akhir ini gua sering mengeluh gua merasa gabut, gua bingung mau ngapain, gua jenuh, gua galau tanpa alasan, disaat teknologi dapat menghubungkan gua ke apapun. Gua pernah ga bersyukur dan mengeluh gua gapunya temen, gua gapunya siapa-siapa untuk cerita.

Hey, coba sekali-kali tengok ke belakang, lihat siapa diri lo yang dulu belum berhasil lo kembangkan, belajar lah untuk jadi dia, dalam versi yang lebih baik. Karena dengan memetik hikmah dari masa lalu kita juga harus berhati-hati agar yang tertinggal di masa lalu tidak akan membuatmu menyesal di kemudian hari.

Gua harusnya gaperlu mengeluh gua gapunya tempat untuk cerita. Blog pernah menjadi ruang untuk cerita gua. Tapi gua lupa kalo dia masih ada.





With doubt,
Ajeng yang ternyata punya blog banyak banget, dan menulis lagi karena seseorang berhasil membuat percaya diri ditengah ketidak-raguan ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

(2) Bertemu Lagi

This is part 2 of "Dua Tahun".